Pada kali ini aku akan bahas mengenai sangjit..saya yakin banyak sekali yang bingung dengan prosesi sangjit..terus terang saya sendiri awalnya bingung, amat sangat bingung..Tapi setelah dijalani akhirnya aku paham juga..
Sebenarnya sangjit, pihak cewe adalah pihak penerima seserahan, sedangkan pihak cowo sebagai pemberi seserahan. Jadi pastinya yang lebih repot adalah pihak cowo karena harus menyiapkan banyak barang seserahan, namun pihak cewe juga harus menyiapkan seserahan balik, walaupun tidak sebanyak yang pihak cowo siapkan..
Sebelum acara pernikahan, biasanya dilakukan prosesi sangjit dulu..Pihak keluarga cowo datang ke rumah keluarga wanita untuk meminang sang cewe untuk menjadi istrinya..namun di zaman sekarang ini, kadang prosesi ini bisa dilakukan di restoran atau hotel dengan catatan pihak keluarga cewe yang mengatur tempat dan jamuan.
Saat datang meminang, tentu keluarga si cowo akan membawa banyak barang persembahan untuk si cewe, maupun keluarga si Cewe dengan tujuan menyenangkan keluarga si cewe hingga akhirnya mendapatkan restu keluarga untuk menikahinya. Dalam adat manapun sebenarnya hampir sama, ada prosesi seperti ini namun mungkin berbeda isi seserahan yang harus dibawa, yang harus bawa mas kawin itu pihak cewe atau pihak cowo? ada beberapa adat yang mengharuskan pihak cewe justru yang memberikan mahar kepada pihak cowo. Kebetulan aku mengikuti adat chinese, dan dalam adat chinese yang memberikan mahar adalah pihak cowo.
Jumlah nampan juga variatif namun disarankan angka genap seperti 6, 8, 12, dll. Setiap nampan ditutup kain tile warna merah dan banyak dihiasi tulisan Shuang xi yang bermakna kebahagiaan ganda. Nampan juga diberi alas merah dengan kertas.
Menurut adat chinese dan ini sesuai yang aku alami pada sangjit ku yang dilakukan pada 9 november 2014, berikut barang seserahan yang wajib dibawa :
1. 1 nampan berisi uang susu dan uang pesta, perhiasan untuk si cewe
Uang susu diambil semua atau diambil sebagian masih banyak kontroversi. Dalam adat calon suami ku ( orang tangerang ), uang susu diambil sebagian dan sebagian diambil. Tapi menurut ai ( tante ) ku uang susu diambil semua. Jadi kalau soal begini lebih baik dibicarakan dulu agar bisa berjalan lancar dan tidak salah paham. Dalam adat Cina Tangerang, uang pesta bila yang pesta pihak cewe maka uang pesta diambil semua, bila yang pesta pihak cowo atau justru yang pesta adalah kedua calon mempelai maka uang pesta dikembalikan semua. Namun dalam adat keluarga ku ( mengikuti adat khek ), uang pesta kalau yang pesta pihak cowo maka si pihak cewe hanya mengambil buntutnya saja. Misal : 10.100.000 maka pihak cewe ambil Rp 100.000 sedangkan Rp 10.000.000 dikembalikan ke pihak cowo. Perhiasan dikalungkan oleh orang tua pihak cowo kepada si calon mempelai wanita.
2. 1 nampan berisi 2 pasang lilin motif naga dan burung, berisi wine 2 pasang
2 pasang lilin ini akan dipisah, 1 pasang diambil pihak cewe dan 1 pasang dikembalikan ke pihak cowo. Sedangkan wine diambil semua oleh pihak cewe, lalu pihak cewe menggantinya dengan sirup merah.
3. 1 nampan berisi baju, sepatu, kosmetik untuk si cewe
Seluruh seserahan diambil oleh pihak cewe, sebagai gantinya pihak cewe memberikan seserahan balik yaitu baju untuk cowo, gesper, dompet, dll. Kalau adat China tangerang, dompet harus diisi lembaran dari paling kecil sampai paling besar masing2 2 lembar. Misal Rp 100.000 2 lembar Rp 50.000 2 lembar Rp 20.000 2 lembar Rp 10.000 2 lembar.
Baju dan sebagainya dihias dengan diberikan pita warna merah. Selain itu, apabila si cowo punya adik maka si calon mempelai cewe harus memberikan baju kepada adik-adik si calon mempelai pria. Warna baju harus cerah, jangan yang warna gelap.
4. 1 nampan berisi jeruk 12 buah
setiap jeruk dibungkus kertas krep warna merah dan diberi stiker shuang xi kecil. Pihak cewe mengambil 6 buah dan 6 buah lainnya dikembalikan ke pihak cowo. Nampan yang berisi makanan, ditabur permen2.
5. 1 nampan berisi apel 12 buah
setiap apel dibungkus kertas
krep warna merah dan diberi stiker shuang xi kecil. Pihak cewe mengambil
6 buah dan 6 buah lainnya dikembalikan ke pihak cowo. Nampan yang berisi makanan, ditabur permen2.
6. 1 nampan berisi kue-kue
kue-kue yang biasa disiapkan ialah kue beras, kue wijen, shuang xi kau, ting-ting. Masing-masing sepasang. Seperti apel dan jeruk, kue yang 1 diambil dan 1 dikembalikan ke pihak cowo. Nampan yang berisi makanan, ditabur permen2. Selain itu pihak cewe memberikan balik 1 dus kue lapis.
7. 1 nampan berisi pesalin untuk orang tua si cewe maupun saudara calon mempelai cewe
Diberikan baju kepada orang tua si cewe, juga kepada saudara-saudara yang dilangkahi.
8. 1 nampan berisi buah kaleng maupun kaki babi kaleng masing2 sepasang
Sepasang diambil pihak cewe, 1 pasang dikembalikan ke pihak cowo. Nampan yang berisi makanan, ditabur permen2.
Pada saat pengembalian nampan oleh pihak cewe kepada pihak cowo, pihak cewe meletakkan 1 angpao ke masing2 nampan dan angpao itu akan diambil oleh si pembawa seserahan ( pihak cowo ).
Barang-barang keperluan sangjit banyak dijual di wilayah glodok, petak 9.
Demikian prosesi sangjit yang saya jalani, semoga memberikan ilham kepada kalian yang sedang menyiapkan sangjit.
Blog ini berisi berbagai macam informasi, kisah pengalaman serta hiburan2....smoga bisa berguna bagi para pengguna blog ini...
Haiii bloggers
Terima kasih telah mengunjungi web saya... Selamat datang..Have a Nice Day... ^^
Jumat, 14 November 2014
Sabtu, 04 Oktober 2014
Wanita harus waspada agar terhindar dari kejahatan
Masih ingat dengan acara televisi Buser, disana ada bang napi yang selalu mengingatkan kita untuk selalu waspada karena kejahatan terjadi bukan hanya niat pelakunya tapi juga adanya kesempatan. Walaupun acara Buser sekarang sudah tidak ada lagi, tapi kata-kata itu masih saya ingat dengan baik. Ya itu memang benar, kita harus selalu waspada.
Terkadang kita memang harus positif thinking dalam hidup tapi harus mengenali batas-batasnya. Jangan sampai positif thinking yang berlebihan menyebabkan kita menghadapi celaka. Misalnya kita meminum minuman pemberian orang tidak dikenal di jalan saat sedang jalan sendirian, mungkin kalau positif thinking kita akan menganggap bahwa itu adalah niat baik orang memberikan kita minum di jalan, tapi untuk berjaga-jaga apa salahnya kita lebih waspada..Terima saja pemberiannya apabila memang tidak bisa menolaknya, namun jika memang waspada sebaiknya jangan diminum karena kita tidak pernah bisa membedakan mana yang jahat dan baik.
Kadang orang yang kelihatan baik di depan kita belum tentu benar-benar niat baik ke kita. Sebaliknya, orang yang kelihatan tidak baik belum tentu punya niat jahat. Dalamnya hati seseorang tidak ada yang tahu apa yang sedang dirancang hati setiap orang.
Saya punya pengalaman saat sedang berjalan sendirian naik Bus nomor 12 arah kalideres-senen. Saya duduk sendirian dan kursi sebelah saya kosong. Mendadak ada pria yang duduk di samping saya, saya agak risih karena pria itu banyak tanya2 ke saya tentang hal pribadi misal rumah saya dimana dll. Dengan kejadian seperti itu, saya memilih bohong. Memang benar kadang ada baiknya bohong demi kebaikan. Bahkan pria ini menanyakan saya akan turun dimana?? mau ke terminal mana?? Bikin makin curiga saja..Rumah saya memang di Tanjung Priok tapi kan Tanjung Priok luas, setelah turun dari senen apabila mau nyambung ke Tanjung Priok maka naik kendaraan nomor 24 arah senen-tanjung priok. Sedangkan saya lebih enak naik 07 jurusan senen-semper karena bisa turun di puteran U plumpang dan tinggal jalan kaki ke rumah.
Saat pria itu menanyakan akan turun dimana, saya jawab saja akan turun di Senen. Lalu pria itu tanya lagi dari situ saya lanjut apa? Saya bilang saja saya naik jurusan Tanjung priok, tapi saya tidak menyebutkan nomor kendaraan pada dia, padahal sebenarnya saya naik ke arah Semper.
Bahkan pria itu memastikan bahwa saya akan turun di terminal Tanjung priok dan saya meng iya kan saja, walaupun informasi itu salah. Saya makin seram ketika itu pria itu menelepon ke temannya dan mengatakan ke temannya bahwa dia akan bawa barang bagus dan dia menyuruh temannya tunggu di terminal Tanjung priok. Tapi anehnya saya liat dia tidak bawa barang apa-apa..Saya mulai berpikir jangan-jangan dia mau culik gue dan yang dimaksud barang bagus adalah gue..
Dia sengaja telepon nya nyantai dan tanpa disembunyikan karena menggunakan teknik psikologis bahwa kalau dia mau berbuat jahat pasti takut ketahuan, kalau tidak takut berarti tidak ada niat apa-apa. Tapi memang saat itu, saya mendengar dengan jelas percakapan dengan temannya itu dan merasakan feeling tidak enak.
1 hal yang aneh adalah tujuan pergi dia selalu sama dengan yang saya ucapkan, Misalnya dia tanya " Mba mau kemana?" saya jawab " ke Tanjung Priok" dan dia langsung jawab " Saya juga "
Jadi jawabannya selalu mengekor jawaban saya. Dan setelah memastikan bahwa saya turun di terminal Tanjung priok, dia langsung menelepon ke temannya. Jadi hal ini patut dicurigai kan??
Saat itu yang saya lakukan adalah saat turun di terminal senen, saya tidak turun sampai ke dalam terminalnya, biasanya saya selalu turun sampai ke dalam terminalnya supaya saat turun saya bisa langsung naik bus tujuan berikutnya. Tapi kalau hal ini saya lakukan maka pria itu bisa dengan mudah mengikuti saya dan mengetahui bus tujuan saya berikutnya dan mungkin bisa merubah rencananya.
Setelah turun di depan terminal senen, saya masuk ke kerumunan orang supaya tidak mudah diikuti dan dengan cepat naik bus tujuan Semper dan duduk di kursi yang untuk 2 orang namun 1 kursi sudah terisi wanita tua. Saya punya prinsip bahwa lebih aman kita duduk di kursi yang sudah terisi 1 kursinya dan kita yang mengisi kursi yang 1 nya lagi, logikanya orang yang sudah mengisi kursi itu pasti tidak punya niat apa-apa ke kita karena kita lah yang duduk setelah di duduk dan pastinya kita pun tidak ada niat apa-apa ke orang tersebut.
Saat saya nonton film penculikan ya memang ada yang seperti pernah saya alami itu kejadiannya kurang lebih hampir sama. Rata-rata korban adalah wanita dan biasanya dijual menjadi pekerja seks komersial ( PSK ), Saya sangat bersyukur bisa lolos dari situasi yang sangat mengerikan itu. Tapi sebenarnya bisa saja memang orang itu tidak ada niat jahat ke saya, bisa saja kondisi yang memperlihatkan seakan-akan dia mau culik saya, tapi tidak peduli apakah benar orang itu saat itu mau culik saya atau tidak?? yang penting saya waspada dan berusaha melindungi diri saya dari kejahatan di sekitar.
Jadi ingat ya jangan pernah jujur memberikan informasi pribadi kita kepada orang yang belum kita kenal. dan semoga blog ini menjadi referensi agar apabila anda mengalami kejadian serupa, anda tahu apa yang harus anda lakukan.
Terkadang kita memang harus positif thinking dalam hidup tapi harus mengenali batas-batasnya. Jangan sampai positif thinking yang berlebihan menyebabkan kita menghadapi celaka. Misalnya kita meminum minuman pemberian orang tidak dikenal di jalan saat sedang jalan sendirian, mungkin kalau positif thinking kita akan menganggap bahwa itu adalah niat baik orang memberikan kita minum di jalan, tapi untuk berjaga-jaga apa salahnya kita lebih waspada..Terima saja pemberiannya apabila memang tidak bisa menolaknya, namun jika memang waspada sebaiknya jangan diminum karena kita tidak pernah bisa membedakan mana yang jahat dan baik.
Kadang orang yang kelihatan baik di depan kita belum tentu benar-benar niat baik ke kita. Sebaliknya, orang yang kelihatan tidak baik belum tentu punya niat jahat. Dalamnya hati seseorang tidak ada yang tahu apa yang sedang dirancang hati setiap orang.
Saya punya pengalaman saat sedang berjalan sendirian naik Bus nomor 12 arah kalideres-senen. Saya duduk sendirian dan kursi sebelah saya kosong. Mendadak ada pria yang duduk di samping saya, saya agak risih karena pria itu banyak tanya2 ke saya tentang hal pribadi misal rumah saya dimana dll. Dengan kejadian seperti itu, saya memilih bohong. Memang benar kadang ada baiknya bohong demi kebaikan. Bahkan pria ini menanyakan saya akan turun dimana?? mau ke terminal mana?? Bikin makin curiga saja..Rumah saya memang di Tanjung Priok tapi kan Tanjung Priok luas, setelah turun dari senen apabila mau nyambung ke Tanjung Priok maka naik kendaraan nomor 24 arah senen-tanjung priok. Sedangkan saya lebih enak naik 07 jurusan senen-semper karena bisa turun di puteran U plumpang dan tinggal jalan kaki ke rumah.
Saat pria itu menanyakan akan turun dimana, saya jawab saja akan turun di Senen. Lalu pria itu tanya lagi dari situ saya lanjut apa? Saya bilang saja saya naik jurusan Tanjung priok, tapi saya tidak menyebutkan nomor kendaraan pada dia, padahal sebenarnya saya naik ke arah Semper.
Bahkan pria itu memastikan bahwa saya akan turun di terminal Tanjung priok dan saya meng iya kan saja, walaupun informasi itu salah. Saya makin seram ketika itu pria itu menelepon ke temannya dan mengatakan ke temannya bahwa dia akan bawa barang bagus dan dia menyuruh temannya tunggu di terminal Tanjung priok. Tapi anehnya saya liat dia tidak bawa barang apa-apa..Saya mulai berpikir jangan-jangan dia mau culik gue dan yang dimaksud barang bagus adalah gue..
Dia sengaja telepon nya nyantai dan tanpa disembunyikan karena menggunakan teknik psikologis bahwa kalau dia mau berbuat jahat pasti takut ketahuan, kalau tidak takut berarti tidak ada niat apa-apa. Tapi memang saat itu, saya mendengar dengan jelas percakapan dengan temannya itu dan merasakan feeling tidak enak.
1 hal yang aneh adalah tujuan pergi dia selalu sama dengan yang saya ucapkan, Misalnya dia tanya " Mba mau kemana?" saya jawab " ke Tanjung Priok" dan dia langsung jawab " Saya juga "
Jadi jawabannya selalu mengekor jawaban saya. Dan setelah memastikan bahwa saya turun di terminal Tanjung priok, dia langsung menelepon ke temannya. Jadi hal ini patut dicurigai kan??
Saat itu yang saya lakukan adalah saat turun di terminal senen, saya tidak turun sampai ke dalam terminalnya, biasanya saya selalu turun sampai ke dalam terminalnya supaya saat turun saya bisa langsung naik bus tujuan berikutnya. Tapi kalau hal ini saya lakukan maka pria itu bisa dengan mudah mengikuti saya dan mengetahui bus tujuan saya berikutnya dan mungkin bisa merubah rencananya.
Setelah turun di depan terminal senen, saya masuk ke kerumunan orang supaya tidak mudah diikuti dan dengan cepat naik bus tujuan Semper dan duduk di kursi yang untuk 2 orang namun 1 kursi sudah terisi wanita tua. Saya punya prinsip bahwa lebih aman kita duduk di kursi yang sudah terisi 1 kursinya dan kita yang mengisi kursi yang 1 nya lagi, logikanya orang yang sudah mengisi kursi itu pasti tidak punya niat apa-apa ke kita karena kita lah yang duduk setelah di duduk dan pastinya kita pun tidak ada niat apa-apa ke orang tersebut.
Saat saya nonton film penculikan ya memang ada yang seperti pernah saya alami itu kejadiannya kurang lebih hampir sama. Rata-rata korban adalah wanita dan biasanya dijual menjadi pekerja seks komersial ( PSK ), Saya sangat bersyukur bisa lolos dari situasi yang sangat mengerikan itu. Tapi sebenarnya bisa saja memang orang itu tidak ada niat jahat ke saya, bisa saja kondisi yang memperlihatkan seakan-akan dia mau culik saya, tapi tidak peduli apakah benar orang itu saat itu mau culik saya atau tidak?? yang penting saya waspada dan berusaha melindungi diri saya dari kejahatan di sekitar.
Jadi ingat ya jangan pernah jujur memberikan informasi pribadi kita kepada orang yang belum kita kenal. dan semoga blog ini menjadi referensi agar apabila anda mengalami kejadian serupa, anda tahu apa yang harus anda lakukan.
Hubungan psikologis dan menyanyi
Kondisi psikologis merupakan kondisi kejiwaan seseorang, biasanya merupakan karakter seseorang karena karakter mencerminkan jiwa. Dalam dunia psikologi, kondisi psikologis seseorang dapat diketahui. Apakah anda pernah ikut psikotes?? Psikotes merupakan salah satu cara mengetahui kondisi psikologis seseorang. Dalam dunia kerja, kondisi psikologis menjadi salah satu tolak ukur penerimaan karyawan baru, oleh karena itu pada setiap tes penerimaan karyawan baru rata2 memberikan psikotes kepada calon karyawan.
Saya sendiri pernah merasakan saat mencari kerja di berbagai perusahaan dan merasakan psikotes, kadang bisa 5 jam. Tes nya beraneka ragam dan sungguh menguras otak sehingga perlu kondisi badan yang fit apabila mau mengikuti psikotes.
Salah satu tes dari kumpulan psikotes yang paling berkesan adalah tes menggambar orang. Saya sendiri tidak jago menggambar orang. Namun saat mencoba menggambar orang kadang2 gambarnya bagus kalau kondisi hati dan jiwa sedang enak. Tapi saat kondisi hati dan jiwa kurang enak, gambar orangnya jadi kurang bagus..
Dari situ saya pikir bahwa ada benarnya bahwa menggambar orang dan memperhatikan hasil gambarnya bisa melihat psikologis seseorang. Namun bagi para kru rekrutmen mungkin bukan hanya melihat kondisi hati dan jiwa saat itu saja, tapi juga memperhatikan dari segi kreativitas dan lain-lain juga.
Melalui pengamatan saya, saya mendapatkan 1 hal unik lainnya tentang psikologis yaitu bahwa setiap orang yang suka menyanyi rata2 orangnya sangat percaya diri, pandai bergaul, dll. Dulu saya suka perhatikan anak-anak paduan suara di kampusku, hampir semuanya percaya diri dan mudah bergaul satu sama lain. Demikian juga orang-orang yang grogi dalam menyanyi rata-rata orangnya kurang percaya diri, pemalu, dll.
Setelah ak amati, saya yakin ada hubungan antara menyanyi dan psikologis. Dari melihat orang menyanyi, kita bisa tahu karakter orang tersebut. Berikut pengamatan saya :
1. Apabila menyanyi dengan power berarti orangnya tegas dan dominan, jika menyanyi kurang power berarti kurang tegas. Pernah lihat kan orang yang menyanyi tp suara kecil sekali, itu artinya kurang power.
2. Jika menyanyi dengan improvisasi berarti kreatif, kalau tidak improvisasi berarti kurang kreatif.
3. Jika orang disuruh menyanyi dan mau berarti orangnya percaya diri. Jika disuruh menyanyi dan ga mau berarti kurang percaya diri. Ini bukan masalah suaranya bagus atau tidak, tapi kalau orangnya percaya diri walaupun suaranya ga bagus tetap saja mau disuruh menyanyi.
4. Jika suka menyanyi lagu-lagu mellow berarti orangnya bersifat lemah lembut. Jika suka menyanyi lagu yang aliran keras berarti orangnya cuek dan bukan tipe orang lemah lembut.
5. Dalam suasana hati gembira menyanyi menjadi lebih mudah.
Mungkin anda bisa tambahkan lagi hubungan menyanyi dan psikologis menurut versi anda setelah baca blog ini.. :)
Tapi tulisan saya belum selesai sampai disini, menurut saya menyanyi selain bisa untuk identifikasi karakter, sepertinya bisa juga untuk membentuk karakter. Menyanyi dijadikan rangsangan yang membentuk kita menjadi orang seperti apa yang kita mau. Misalnya kita coba menyanyi terus walaupun suara kurang bagus, hal ini akan membentuk kepercayaan diri. Atau orang yang menyanyi selalu kurang power dan sadar bahwa selama ini kurang power, cobalah sesekali keluarkan power saat menyanyi, pasti anda akan rasakan perbedaan dan diri anda akan merasa lebih baik.
Apabila kondisi hati sedang sedih cobalah dengarkan musik2 gembira agar suasana hati ikut gembira dan dapat mengurangi kesedihan.
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda semua..
Saya sendiri pernah merasakan saat mencari kerja di berbagai perusahaan dan merasakan psikotes, kadang bisa 5 jam. Tes nya beraneka ragam dan sungguh menguras otak sehingga perlu kondisi badan yang fit apabila mau mengikuti psikotes.
Salah satu tes dari kumpulan psikotes yang paling berkesan adalah tes menggambar orang. Saya sendiri tidak jago menggambar orang. Namun saat mencoba menggambar orang kadang2 gambarnya bagus kalau kondisi hati dan jiwa sedang enak. Tapi saat kondisi hati dan jiwa kurang enak, gambar orangnya jadi kurang bagus..
Dari situ saya pikir bahwa ada benarnya bahwa menggambar orang dan memperhatikan hasil gambarnya bisa melihat psikologis seseorang. Namun bagi para kru rekrutmen mungkin bukan hanya melihat kondisi hati dan jiwa saat itu saja, tapi juga memperhatikan dari segi kreativitas dan lain-lain juga.
Melalui pengamatan saya, saya mendapatkan 1 hal unik lainnya tentang psikologis yaitu bahwa setiap orang yang suka menyanyi rata2 orangnya sangat percaya diri, pandai bergaul, dll. Dulu saya suka perhatikan anak-anak paduan suara di kampusku, hampir semuanya percaya diri dan mudah bergaul satu sama lain. Demikian juga orang-orang yang grogi dalam menyanyi rata-rata orangnya kurang percaya diri, pemalu, dll.
Setelah ak amati, saya yakin ada hubungan antara menyanyi dan psikologis. Dari melihat orang menyanyi, kita bisa tahu karakter orang tersebut. Berikut pengamatan saya :
1. Apabila menyanyi dengan power berarti orangnya tegas dan dominan, jika menyanyi kurang power berarti kurang tegas. Pernah lihat kan orang yang menyanyi tp suara kecil sekali, itu artinya kurang power.
2. Jika menyanyi dengan improvisasi berarti kreatif, kalau tidak improvisasi berarti kurang kreatif.
3. Jika orang disuruh menyanyi dan mau berarti orangnya percaya diri. Jika disuruh menyanyi dan ga mau berarti kurang percaya diri. Ini bukan masalah suaranya bagus atau tidak, tapi kalau orangnya percaya diri walaupun suaranya ga bagus tetap saja mau disuruh menyanyi.
4. Jika suka menyanyi lagu-lagu mellow berarti orangnya bersifat lemah lembut. Jika suka menyanyi lagu yang aliran keras berarti orangnya cuek dan bukan tipe orang lemah lembut.
5. Dalam suasana hati gembira menyanyi menjadi lebih mudah.
Mungkin anda bisa tambahkan lagi hubungan menyanyi dan psikologis menurut versi anda setelah baca blog ini.. :)
Tapi tulisan saya belum selesai sampai disini, menurut saya menyanyi selain bisa untuk identifikasi karakter, sepertinya bisa juga untuk membentuk karakter. Menyanyi dijadikan rangsangan yang membentuk kita menjadi orang seperti apa yang kita mau. Misalnya kita coba menyanyi terus walaupun suara kurang bagus, hal ini akan membentuk kepercayaan diri. Atau orang yang menyanyi selalu kurang power dan sadar bahwa selama ini kurang power, cobalah sesekali keluarkan power saat menyanyi, pasti anda akan rasakan perbedaan dan diri anda akan merasa lebih baik.
Apabila kondisi hati sedang sedih cobalah dengarkan musik2 gembira agar suasana hati ikut gembira dan dapat mengurangi kesedihan.
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda semua..
Sabtu, 27 September 2014
Damai batin diri sendiri tidak cukup
Setiap orang yang hidup di dunia ini pastinya mencari kedamaian batin dalam diri sendiri. Oleh karena itu kita melakukan berbagai upaya seperti memeluk suatu agama dan percaya bahwa dengan demikian kita akan memperoleh kedamaian batin.
Kedamaian batin adalah suatu hal yang kasat mata, tidak dapat dilihat, diraba ataupun didengar oleh panca indrawi kita. Kedamaian batin hanya bisa dirasakan oleh diri kita. Selama ini banyak yang menganggap bahwa kedamaian batin hanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri..Namun saya berpendapat bahwa kedamaian batin total bukan hanya diri kita yang merasakan.,Bahkan orang-orang di sekitar kita dapat merasakan juga dan menerima kedamaian hanya dengan berinteraksi dengan kita.
Saya pernah bertemu dengan orang yang suka ibadah, agamanya kuat dan menurutnya dia memiliki kedamaian batin..Tapi saat berinteraksi dengan orang lain, sungguh bertolak belakang 180 derajad..Aku berpikir-pikir kenapa bisa begitu??
Pada akhirnya setelah mengamati, mungkin saja kedamaian batin itu hanya dirasakan orang tersebut..Tapi saat berhubungan dengan orang lain, kedamaian batin itu tidak bisa ia pancarkan dari dalam hatinya kepada orang di sekitarnya..Seumpama gelas terisi penuh air, barulah kita bisa membaginya kepada orang lain. Namun jika gelasnya hanya berisi sedikit air maka air yang ada mungkin hanya cukup untuk sendiri..
Jadi jika hanya bisa mendamaikan batin sendiri, itu belum hebat..Yang luar biasa apabila kita bisa membagikan kedamaian bagi orang lain..Tujuan hidup kita saat ini tidak hanya sampai mencapai kedamaian batin diri tapi melebihi dari itu. Dengan menyadari ini, maka kita tidak akan puas hanya dengan mencapai kedamaian diri tapi akan terus belajar untuk mencapai hal yang lebih baik lagi. Semoga hal yg aku sampaikan ini bisa menjadi motivasi bagi diri kita semua.
Kedamaian batin adalah suatu hal yang kasat mata, tidak dapat dilihat, diraba ataupun didengar oleh panca indrawi kita. Kedamaian batin hanya bisa dirasakan oleh diri kita. Selama ini banyak yang menganggap bahwa kedamaian batin hanya dapat dirasakan oleh diri kita sendiri..Namun saya berpendapat bahwa kedamaian batin total bukan hanya diri kita yang merasakan.,Bahkan orang-orang di sekitar kita dapat merasakan juga dan menerima kedamaian hanya dengan berinteraksi dengan kita.
Saya pernah bertemu dengan orang yang suka ibadah, agamanya kuat dan menurutnya dia memiliki kedamaian batin..Tapi saat berinteraksi dengan orang lain, sungguh bertolak belakang 180 derajad..Aku berpikir-pikir kenapa bisa begitu??
Pada akhirnya setelah mengamati, mungkin saja kedamaian batin itu hanya dirasakan orang tersebut..Tapi saat berhubungan dengan orang lain, kedamaian batin itu tidak bisa ia pancarkan dari dalam hatinya kepada orang di sekitarnya..Seumpama gelas terisi penuh air, barulah kita bisa membaginya kepada orang lain. Namun jika gelasnya hanya berisi sedikit air maka air yang ada mungkin hanya cukup untuk sendiri..
Jadi jika hanya bisa mendamaikan batin sendiri, itu belum hebat..Yang luar biasa apabila kita bisa membagikan kedamaian bagi orang lain..Tujuan hidup kita saat ini tidak hanya sampai mencapai kedamaian batin diri tapi melebihi dari itu. Dengan menyadari ini, maka kita tidak akan puas hanya dengan mencapai kedamaian diri tapi akan terus belajar untuk mencapai hal yang lebih baik lagi. Semoga hal yg aku sampaikan ini bisa menjadi motivasi bagi diri kita semua.
Ajaran TAO
Dulu saya sering dengar bahwa ada yg namanya Ajaran TAO, namun terus terang saja saya ga paham apa sih itu Ajaran TAO?? Sampai saatnya saya mendapatkan buku tentang ajaran TAO, buku ini didapatkan di wihara di Bekasi saat orang tua saya berkunjung kesana karena diajak temannya.
Saat saya membaca buku tersebut, sungguh terlalu dalam makna yang ada sehingga saya harus mencerna agar dapat mengerti maksudnya..
Dalam buku itu tertulis bahwa TAO itu bukanlah agama melainkan suatu ajaran kebenaran dan memang dalam ajaran TAO mengenal TUHAN sebagai YANG ESA..dan dipercaya bahwa Tuhan dalam agama2 lainnya itu adalah YANG ESA..Jadi dalam ajaran keagamaan apapun sebenarnya yang mau dicapai adalah sama yaitu YANG ESA.
TAO adalah ajaran kehidupan agar kita yang memegang ajaran TAO tetap berada di jalan yang benar dan lurus. Dengan ajaran TAO diharapkan bahwa orang tersebut dapat menemukan pintu kebahagiaan sejati, terlepas dari penderitaan..lepas dari penderitaan ini bukan berarti tidak menderita sama sekali atau tidak tertimpa kemalangan atau musibah..namun sekalipun terkena kemalangan maka hati tidak merasa menderita...ajaran TAO lebih menitikberatkan pada diri manusia itu sendiri dan hati nurani yang menjadi penggerak manusia dalam melakukan apapun.
Pada intinya ajaran TAO hampir sama dengan ajaran Buddha, walau tidak 100% mirip. Agama Buddha sendiri juga sebenarnya bukanlah agama, melainkan ajaran..Ajaran yang mengatur sikap perilaku manusia, menitik beratkan pada hubungan antar makhluk hidup agar dapat hidup berdampingan dengan damai dan tentram. Bisa dikatakan bahwa ajaran TAO ingin agar manusia mengoreksi diri dan memperbaiki diri dari dalam batin orang itu sendiri.
Sedangkan yang namanya agama merupakan suatu alat atau sarana bagi individu untuk mendekatkan diri dengan YANG ESA, melalui berbagai ritual sesuai kepercayaan masing2 agama dan tentu saja ritual ini sangat dipengaruhi adat istiadat daerah berkembangnya agama tersebut..oleh karena itu dalam agama, terkadang ritual2 itu malah dianggap lebih penting daripada perkembangan nurani orang tersebut sehingga pernah ada orang yang baik hati namun karena jarang ibadah / melakukan ritual agama maka dicap ateis. Sebaliknya ada orang yang hatinya jahat tapi selalu rajin ibadah maka dicap sebagai orang baik. Bisa dibilang setiap orang pemeluk agama yang paham agamanya 100% sekalipun belum tentu dapat mendengarkan hati nuraninya dalam bertindak. Sedangkan bagi orang yang paham ajaran TAO sudah pasti hati nurani sejatinya yang jadi penerang jalannya sehingga apa yang dilakukan selalu hal yang benar, tidak menyimpang.
Hati nurani hanya ada dalam pribadi masing2, tidak bisa dicari di luar..dan 1 hal yang pasti tentang hati nurani adalah hati nurani sejati selalu benar dan baik, karena terkadang ada hati nurani palsu dalam diri kita yang pastinya malah menjerumuskan kita ke hal buruk. Hati nurani palsu selalu mengikuti nafsu indrawi dan keduniawian.
Bagi orang yang mengerti TAO, biasanya mudah dilayani, tidak banyak menuntut dan sulit dibuat senang terutama bila usaha membuat ksenangan itu dengan jalan yang tidak sesuai ajaran TAO.
Sedangkan orang yang tidak mengerti TAO, tidak mudah dilayani, banyak menuntut dan mudah dibuat senang sekalipun usaha membuat kesenangan itu tidak sesuai ajaran TAO.
Sering digambarkan bagi orang2 suci atau malaikat memiliki lingkaran di atas kepalanya ataupun wajahnya bercahaya, ini menjadi suatu tanda bagi orang yang sudah hidup benar. Dalam ajaran TAO ditekankan bahwa diperlukan adanya guru pembimbing untuk membukakan cahaya dalam diri kita. Kalau dalam agama Buddha mungkin disebut tercerahkan.
Ajaran TAO itu diturunkan oleh TUHAN dengan suatu tujuan..yaitu untuk menyelamatkan orang2 benar dari bencana. .Zaman dahulu dalam suatu bencana bukan hanya orang jahat, orang baik pun terkena. Dengan adanya ajaran TAO maka orang2 mempunyai tanda wajah bercahaya dan saat bencana turun, mereka menjadi orang2 yang selamat. Sepertinya kelihatan kebetulan saja mereka selamat namun ingat bahwa tidak pernah ada kebetulan di dunia ini.
Dalam ajaran TAO, kita menjadi arsitek nasib kita sendiri..nasib dapat diubah..Semakin banyak berbuat kebajikan maka segala hal baik pun akan datang pada diri kita. Suatu hal musibah besar menjadi musibah kecil, musibah kecil mungkin tidak akan muncul. Contoh : misalnya di suatu hari dalam jalan nasib kita seharusnya kena bencana tertabrak motor tp karena kebajikan kita bencana itu terhindari namun karena kebajikan kita kurang banyak maka bencana itu bukan menghilang tapi berganti menjadi kesialan / kurang beruntung, seperti diomelin mertua. Jadi saat kita dimarahin atau dimaki seseorang seharusnya kita syukuri bahwa kita sudah terhindar dari musibah besar.
Hidup itu adalah pilihan, tergantung kita memilih jalan yang mana, yang pasti hanya ada 1 jalan yang benar.
Dari membaca 1 buku itu, inilah intisari yang bisa saya dapatkan dan sampaikan.. Semoga bagi yang paham, blog ini dapat menjadi pembimbing dan mencerahkan setiap orang yang membacanya.
Saat saya membaca buku tersebut, sungguh terlalu dalam makna yang ada sehingga saya harus mencerna agar dapat mengerti maksudnya..
Dalam buku itu tertulis bahwa TAO itu bukanlah agama melainkan suatu ajaran kebenaran dan memang dalam ajaran TAO mengenal TUHAN sebagai YANG ESA..dan dipercaya bahwa Tuhan dalam agama2 lainnya itu adalah YANG ESA..Jadi dalam ajaran keagamaan apapun sebenarnya yang mau dicapai adalah sama yaitu YANG ESA.
TAO adalah ajaran kehidupan agar kita yang memegang ajaran TAO tetap berada di jalan yang benar dan lurus. Dengan ajaran TAO diharapkan bahwa orang tersebut dapat menemukan pintu kebahagiaan sejati, terlepas dari penderitaan..lepas dari penderitaan ini bukan berarti tidak menderita sama sekali atau tidak tertimpa kemalangan atau musibah..namun sekalipun terkena kemalangan maka hati tidak merasa menderita...ajaran TAO lebih menitikberatkan pada diri manusia itu sendiri dan hati nurani yang menjadi penggerak manusia dalam melakukan apapun.
Pada intinya ajaran TAO hampir sama dengan ajaran Buddha, walau tidak 100% mirip. Agama Buddha sendiri juga sebenarnya bukanlah agama, melainkan ajaran..Ajaran yang mengatur sikap perilaku manusia, menitik beratkan pada hubungan antar makhluk hidup agar dapat hidup berdampingan dengan damai dan tentram. Bisa dikatakan bahwa ajaran TAO ingin agar manusia mengoreksi diri dan memperbaiki diri dari dalam batin orang itu sendiri.
Sedangkan yang namanya agama merupakan suatu alat atau sarana bagi individu untuk mendekatkan diri dengan YANG ESA, melalui berbagai ritual sesuai kepercayaan masing2 agama dan tentu saja ritual ini sangat dipengaruhi adat istiadat daerah berkembangnya agama tersebut..oleh karena itu dalam agama, terkadang ritual2 itu malah dianggap lebih penting daripada perkembangan nurani orang tersebut sehingga pernah ada orang yang baik hati namun karena jarang ibadah / melakukan ritual agama maka dicap ateis. Sebaliknya ada orang yang hatinya jahat tapi selalu rajin ibadah maka dicap sebagai orang baik. Bisa dibilang setiap orang pemeluk agama yang paham agamanya 100% sekalipun belum tentu dapat mendengarkan hati nuraninya dalam bertindak. Sedangkan bagi orang yang paham ajaran TAO sudah pasti hati nurani sejatinya yang jadi penerang jalannya sehingga apa yang dilakukan selalu hal yang benar, tidak menyimpang.
Hati nurani hanya ada dalam pribadi masing2, tidak bisa dicari di luar..dan 1 hal yang pasti tentang hati nurani adalah hati nurani sejati selalu benar dan baik, karena terkadang ada hati nurani palsu dalam diri kita yang pastinya malah menjerumuskan kita ke hal buruk. Hati nurani palsu selalu mengikuti nafsu indrawi dan keduniawian.
Bagi orang yang mengerti TAO, biasanya mudah dilayani, tidak banyak menuntut dan sulit dibuat senang terutama bila usaha membuat ksenangan itu dengan jalan yang tidak sesuai ajaran TAO.
Sedangkan orang yang tidak mengerti TAO, tidak mudah dilayani, banyak menuntut dan mudah dibuat senang sekalipun usaha membuat kesenangan itu tidak sesuai ajaran TAO.
Sering digambarkan bagi orang2 suci atau malaikat memiliki lingkaran di atas kepalanya ataupun wajahnya bercahaya, ini menjadi suatu tanda bagi orang yang sudah hidup benar. Dalam ajaran TAO ditekankan bahwa diperlukan adanya guru pembimbing untuk membukakan cahaya dalam diri kita. Kalau dalam agama Buddha mungkin disebut tercerahkan.
Ajaran TAO itu diturunkan oleh TUHAN dengan suatu tujuan..yaitu untuk menyelamatkan orang2 benar dari bencana. .Zaman dahulu dalam suatu bencana bukan hanya orang jahat, orang baik pun terkena. Dengan adanya ajaran TAO maka orang2 mempunyai tanda wajah bercahaya dan saat bencana turun, mereka menjadi orang2 yang selamat. Sepertinya kelihatan kebetulan saja mereka selamat namun ingat bahwa tidak pernah ada kebetulan di dunia ini.
Dalam ajaran TAO, kita menjadi arsitek nasib kita sendiri..nasib dapat diubah..Semakin banyak berbuat kebajikan maka segala hal baik pun akan datang pada diri kita. Suatu hal musibah besar menjadi musibah kecil, musibah kecil mungkin tidak akan muncul. Contoh : misalnya di suatu hari dalam jalan nasib kita seharusnya kena bencana tertabrak motor tp karena kebajikan kita bencana itu terhindari namun karena kebajikan kita kurang banyak maka bencana itu bukan menghilang tapi berganti menjadi kesialan / kurang beruntung, seperti diomelin mertua. Jadi saat kita dimarahin atau dimaki seseorang seharusnya kita syukuri bahwa kita sudah terhindar dari musibah besar.
Hidup itu adalah pilihan, tergantung kita memilih jalan yang mana, yang pasti hanya ada 1 jalan yang benar.
Dari membaca 1 buku itu, inilah intisari yang bisa saya dapatkan dan sampaikan.. Semoga bagi yang paham, blog ini dapat menjadi pembimbing dan mencerahkan setiap orang yang membacanya.
Langganan:
Postingan (Atom)