Haiii bloggers

Terima kasih telah mengunjungi web saya... Selamat datang..Have a Nice Day... ^^

Sabtu, 04 Oktober 2014

Wanita harus waspada agar terhindar dari kejahatan

Masih ingat dengan acara televisi Buser, disana ada bang napi yang selalu mengingatkan kita untuk selalu waspada karena kejahatan terjadi bukan hanya niat pelakunya tapi juga adanya kesempatan. Walaupun acara Buser sekarang sudah tidak ada lagi, tapi kata-kata itu masih saya ingat dengan baik. Ya itu memang benar, kita harus selalu waspada.

Terkadang kita memang harus positif thinking dalam hidup tapi harus mengenali batas-batasnya. Jangan sampai positif thinking yang berlebihan menyebabkan kita menghadapi celaka. Misalnya kita meminum minuman pemberian orang tidak dikenal di jalan saat sedang jalan sendirian, mungkin kalau positif thinking kita akan menganggap bahwa itu adalah niat baik orang memberikan kita minum di jalan, tapi untuk berjaga-jaga apa salahnya kita lebih waspada..Terima saja pemberiannya apabila memang tidak bisa menolaknya, namun jika memang waspada sebaiknya jangan diminum karena kita tidak pernah bisa membedakan mana yang jahat dan baik.

Kadang orang yang kelihatan baik di depan kita belum tentu benar-benar niat baik ke kita. Sebaliknya, orang yang kelihatan tidak baik belum tentu punya niat jahat. Dalamnya hati seseorang tidak ada yang tahu apa yang sedang dirancang hati setiap orang.

Saya punya pengalaman saat sedang berjalan sendirian naik Bus nomor 12 arah kalideres-senen. Saya duduk sendirian dan kursi sebelah saya kosong. Mendadak ada pria yang duduk di samping saya, saya agak risih karena pria itu banyak tanya2 ke saya tentang hal pribadi misal rumah saya dimana dll. Dengan kejadian seperti itu, saya memilih bohong. Memang benar kadang ada baiknya bohong demi kebaikan. Bahkan pria ini menanyakan saya akan turun dimana?? mau ke terminal mana?? Bikin makin curiga saja..Rumah saya memang di Tanjung Priok tapi kan Tanjung Priok luas, setelah turun dari senen apabila mau nyambung ke Tanjung Priok maka naik kendaraan nomor 24 arah senen-tanjung priok. Sedangkan saya lebih enak naik 07 jurusan senen-semper karena bisa turun di puteran U plumpang dan tinggal jalan kaki ke rumah.
Saat pria itu menanyakan akan turun dimana, saya jawab saja akan turun di Senen. Lalu pria itu tanya lagi dari situ saya lanjut apa? Saya bilang saja saya naik jurusan Tanjung priok, tapi saya tidak menyebutkan nomor kendaraan pada dia, padahal sebenarnya saya naik ke arah Semper.

Bahkan pria itu memastikan bahwa saya akan turun di terminal Tanjung priok dan saya meng iya kan saja, walaupun informasi itu salah. Saya makin seram ketika itu pria itu menelepon ke temannya dan mengatakan ke temannya bahwa dia akan bawa barang bagus dan dia menyuruh temannya tunggu di terminal Tanjung priok. Tapi anehnya saya liat dia tidak bawa barang apa-apa..Saya mulai berpikir jangan-jangan dia mau culik gue dan yang dimaksud barang bagus adalah gue..

Dia sengaja telepon nya nyantai dan tanpa disembunyikan karena menggunakan teknik psikologis bahwa kalau dia mau berbuat jahat pasti takut ketahuan, kalau tidak takut berarti tidak ada niat apa-apa. Tapi memang saat itu, saya mendengar dengan jelas percakapan dengan temannya itu dan merasakan feeling tidak enak.

1 hal yang aneh adalah tujuan pergi dia selalu sama dengan yang saya ucapkan, Misalnya dia tanya " Mba mau kemana?" saya jawab " ke Tanjung Priok" dan dia langsung jawab " Saya juga  "
Jadi jawabannya selalu mengekor jawaban saya. Dan setelah memastikan bahwa saya turun di terminal Tanjung priok, dia langsung menelepon ke temannya. Jadi hal ini patut dicurigai kan??

Saat itu yang saya lakukan adalah saat turun di terminal senen, saya tidak turun sampai ke dalam terminalnya, biasanya saya selalu turun sampai ke dalam terminalnya supaya saat turun saya bisa langsung naik bus tujuan berikutnya. Tapi kalau hal ini saya lakukan maka pria itu bisa dengan mudah mengikuti saya dan mengetahui bus tujuan saya berikutnya dan mungkin bisa merubah rencananya.

Setelah turun di depan terminal senen, saya masuk ke kerumunan orang supaya tidak mudah diikuti dan dengan cepat naik bus tujuan Semper dan duduk di kursi yang untuk 2 orang namun 1 kursi sudah terisi wanita tua. Saya punya prinsip bahwa lebih aman kita duduk di kursi yang sudah terisi 1 kursinya dan kita yang mengisi kursi yang 1 nya lagi, logikanya orang yang sudah mengisi kursi itu pasti tidak punya niat apa-apa ke kita karena kita lah yang duduk setelah di duduk dan pastinya kita pun tidak ada niat apa-apa ke orang tersebut.

Saat saya nonton film penculikan ya memang ada yang seperti pernah saya alami itu kejadiannya kurang lebih hampir sama. Rata-rata korban adalah wanita dan biasanya dijual menjadi pekerja seks komersial ( PSK ), Saya sangat bersyukur bisa lolos dari situasi yang sangat mengerikan itu. Tapi sebenarnya bisa saja memang orang itu tidak ada niat jahat ke saya, bisa saja kondisi yang memperlihatkan seakan-akan dia mau culik saya, tapi tidak peduli apakah benar orang itu saat itu mau culik saya atau tidak?? yang penting saya waspada dan berusaha melindungi diri saya dari kejahatan di sekitar.


Jadi ingat ya jangan pernah jujur memberikan informasi pribadi kita kepada orang yang belum kita kenal. dan semoga blog ini menjadi referensi agar apabila anda mengalami kejadian serupa, anda tahu apa yang harus anda lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar